Senin, 05 Desember 2011

Datu suban

Bismillaahirahmaanirahiim,setelah lama tidak memposting artikel tentang Hikayat Ulama Borneo,siang ini aku mau menceritakan tentang riwayat hidup Datuk Suban,guru dari Datu Sanggul,dan inilah riwayat hidup beliau,Datu Suban sering disebut juga datu sya'iban ibnu zakaria zulkifli dgn ibunda bernama maisyarah,beliau hidup dikampung Muning Tatakan kabupaten Tapin Rantau Kalsel,beliau
semasa hidupnya mempunyai martabat tinggi dan mulia,peramah dan paling
disegani yg patut diteladani oleh kita
sebagai penerus dan pewaris yg hidup
diabad modern ini. Datu Suban adalah guru dari semua datu
orang muning,selain ahli ilmu
tasawuf,Datu Suban juga ahli ilmu taguh
(kebal),ilmu kabariat,ilmu dapat berjalan
diatas air,ilmu maalih rupa,ilmu
pandangan jauh,ilmu pengobatan,ilmu kecantikan,ilmu falakiah,ilmu tauhid dan
ilmu firasat,dgn ilmu yang dimilikinya
banyaklah org yg menuntut ilmu kepada
beliau dan yg paling terkenal ada 13 orang.. 1.Datu Murkat 2.Datu Taming Karsa 3.Datu Niang thalib 4.Datu Karipis 5.Datu Ganun 6.Datu Argih 7.Datu ungku 8.Datu Labai Duliman 9.Datu Harun 10.Datu Arsanaya 11.Datu Rangga 12.Datu Galuh Diang Bulan 13.Datu Sanggul Diantara ilmu ilmu yg selalu diajarkan
dlm setiap kesempatan beliau selalu
mengajarkan ilmu mengenal diri (ilmu
ma'rifat) dgn tarekat memusyahadahkan
Nur Muhammad,hal ini tidaklah
mengherankan karena sebelum Datu Suban mengajarkan ajaran makrifat melalui
tarekat Nur Muhammad ini,seorang ulama
banjar yaitu syekh Ahmad Syamsuddin Al-
Banjari telah menulis asal kejadian Nur
Muhammad itu,yg naskahnya ditemukan
oleh seorang orientalis bangsa Belanda R.O.Winested. Datu Suban dikenal sebagai wali Allah
beliau memiliki karomah Kasyaf yaitu
terbukanya tabir rahasia bagi beliau
sehingga dapat mengetahui sampai
dimana kemampuan murid muridnya dlm
menerima ilmu-ilmu yg diberikannya,seperti akan menyerahkan
kitab pusaka yg kemudian hari dinamakan
kitab Barencong,kitab tsb beliau serahkan
kepada Datu Sanggul (Abdussamad)
,murid terakhir yg belajar kepada
beliau,menurut pandangan Kasyaf beliau hanya Abdussamad lah yg dapat menerima,mengamalkan dan
mengajarkannya,karomah beliau yg lain adalah
beliau mengetahui ketika akan tiba
ajalnya,ketika dari mata beliau keluar
sebuah sosok yg rupanya sangat bagus,bercahaya dan berpakaian hijau,ini
berarti tujuh hari lagi beliau akan
berpindah alam,empat hari kemudian dari
tubuh beliau keluar lagi cahaya
berwarna putih amat cemerlang,besarnya
sama dgn tubuh beliau dan berbau harum semerbak,ini berarti tiga hari lagi beliau
akan meninggalkan dunia fana ini,oleh
karena itu beliau segera mengumpulkan
semua murid muridnya,setelah semua
muridnya berkumpul beliau berkata,
"Murid murid yg aku cintai,kalian jangan terkejut dengan panggilan mendadak
ini,karena pertemuan kita hanya hari ini
saja lagi,nanti malam sekitar jam satu
tengah malam aku akan meninggalkan
dunia yg fana ini,hal ini sudah tidak bisa
ditunda tunda lagi,karena ketentuan ALLAH telah berlaku" Kemudian beliau membacakan firman
ALLAH surat An-Nahal ayat 61 yang
berbunyi: "Apabila sudah tiba waktu yang
ditentukan maka tidak seorang pun yang
dapat mengundurkannya dan juga tidak
ada yang dapat mendahulukannya." mendengar ucapan beliau itu semua yg hadir diam membisu seribu bahasa. "Nah,waktuku hampir tiba"kata Datu Duban memecah kesunyian itu. "Mari kita berzikir bersama sama untuk mengantarkan kepergianku"kata Datu Suban lagi.Semua murid dipimpin oleh beliau serentak mengucapkan zikir "Hu Allah...Hu Allah...Hu Allah..." "Perhatikanlah ..apabila aku turun kurang lebih 40 hasta sampai pada batu berwarna merah sebelah dan hitam sebelah,aku berdiri disana nanti,maka pandanglah aku dengan sebenar-benarnya,yang ada ini atau yang tiada nanti,lihatlah aku ada atau tiada,kalau ada masih diriku ini tidak,menjadi tiada,berarti ilmu yang kuajarkan kepada kalian belum sejati,tetapi bila aku menjadi tiada berarti ilmu yang kuajarkan kepada kalian adalah ilmu sejati dan sempurna" Setelah berkata demikian beliau diam,kemudian meletuslah badan Datu Suban dan timbul asap putih,hilang asap putih dan timbul cahaya (nur) yang memancar mancar sampai keatas ufuk yang tinggi,kemudian lenyap ditelan kemunculan cahaya rembulan.Semua yang hadir takjub menyaksikan kejadian itu,kemudian terdengar gemuruh ucapan murid murid beliau...Inna lillahi wainna ilaihi raaji'uun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar